Rabu, 03 April 2013

DEFINISI SIM


Ø  Definisi SIM: Suatu sistem yang menyediakan informasi dan mendukung pengambilan keputusan, dan menyediakan umpan balik dalam kegiatan operasi sehari-hari.

Ø  Jenis-jenis MIS
1.      SIM Keuangan : Menyediakan informasi financial kepada financial manajer dalam suatu organisasi
2.      SIM Manufaktur
3.      SIM Pemasaran : Mendukung aktivitas manajer di dalam pengembangan produk distribusi, pengambilan keputusan harga, dan efektifitas promosi.
4.      SIM Sumber Daya Manusia : focus terhadap semua aktivitas yang berhubungan dengan karyawan dan potensu karyawan di dalam suatu organisasi
5.      SIM Akuntansi : menyediakan semua informasi seperti hutang, piutang, pembayaran gaji, dan penerapan yang lain.
6.      Sistem Informasi Geografi : Memunginkan manajer untuk melakukan pemetaan suatu daerah ke dalam suatu tabek data untuk menggambarkan aspek-aspek yang ada dalam daerah tersebut.


Ø  Perusahaan di Indonesia

Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Karyawan di PT. Perkakas Rekadaya Nusantara (PRN)

Pesatnya perkembangan dunia perindustrian membawa dampak tersendiri untuk keberadaan industri manufaktur di Indonesia. Untuk menghadapi tekanan persaingan tersebut perusahaan harus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya sehingga dapat menjadi keunggulan yang kompetitif bagi perusahaan.

PT PRN merupakan salah satu pelaku yang bergerak dalam bidang manufaktur, dimana pihak perusahaan harus berusaha untuk menghasilkan kinerja sebaik mungkin. Perusahaan diharuskan memberikan peluang yang sama bagi seluruh karyawannya untuk mengembangkan potensi dan karir mereka berdasarkan hasil penilaian kinerja yang adil dan efektif. Untuk mendukung usaha perusahaan tersebut maka diperlukan adanya suatu sistem penilaian kinerja karyawan yang tepat bagi perusahaan. Penilaian kinerja karyawan bermanfaat untuk menentukan kenaikan gaji, menentukan kenaikan jabatan, menentukan kebutuhan pelatihan dari masing-masing karyawan serta untuk membantu karyawan dalam memperbaiki hasil karyanya. Sistem penilaian kinerja karyawan harus disesuaikan dengan kondisi dari perusahaan saat ini. Dimana metode yang dianggap sesuai untuk kondisi perusahaan saat ini adalah dengan menggunakan metode Behaviourally Anchored Rating Scale (BARS).

Proses pembuatan usulan sistem penilaian kinerja karyawan diawali dengan pembuatan kriteria untuk penilaian kinerja yang menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari hirarki yang dihasilkan kemudian dikembangkan sebuah kuesioner untuk pembobotan kriteria penilaian kinerja karyawan. Dimana responden untuk kuesioner tersebut adalah pihak yang dianggap memiliki kemampuan untuk menentukan tingkat kepentingan dari kriteria-kriteria penilaian kinerja tersebut. Hasil dari kuesioner tersebut kemudian dihitung bobotnya menggunakan pendekatan AHP dengan bantuan software “Expert Choice”. Selanjutnya hasil dari software tersebut yang berupa bobot masing-masing kriteria dikembangkan menjadi suatu formulir penilaian kinerja karyawan.

Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa kriteria performance memiliki bobot terbesar dari kriteria yang ada. Hal ini berarti para responden memilih kriteria performance sebagai kriteria terpenting dalam menilai kinerja karyawan, dengan sub kriteria tanggung jawab karyawan sebagai sub kriteria yang terpenting dalam menilai kinerja karyawan.

Dari usulan sistem penilaian kinerja karyawan ini dapat dilihat bahwa terjadi perbaikan dalam penilaian kinerja karyawan yang tadinya tidak terstruktur menjadi lebih terstruktur dengan menggunakan metode BARS dan adanya standar kinerja karyawan. Sistem penilaian kinerja usulan bersifat terbuka sehingga metodologi umpan balik dapat dilaksanakan. Penilaiannya dilakukan oleh penilai yang merupakan atasan langsung dari karyawan yang dinilai serta harus melalui persetujuan dari atasan penilai. Sistem penilaian kinerja karyawan usulan juga memiliki manual untuk proses penilaian, dimana didalamnya terdapat instruksi tertulis mengenai proses penilaian.
(Diambil dari website)

Analisis :
Input: pembuatan kriteria untuk penilaian kinerja yang menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dikembangkan menjadi kuesioneer

Proses: Hasil dari kuesioner tersebut kemudian dihitung bobotnya menggunakan pendekatan AHP dengan bantuan software “Expert Choice”. Selanjutnya hasil dari software tersebut yang berupa bobot masing-masing kriteria dikembangkan menjadi suatu formulir penilaian kinerja karyawan.

Output: terjadi perbaikan dalam penilaian kinerja karyawan yang tadinya tidak terstruktur menjadi lebih terstruktur dengan menggunakan metode BARS dan adanya standar kinerja karyawan.

PENERAPAN SISTEM ERP PADA PT KOKOH INTI AREBAMA


PENERAPAN SISTEM ERP PADA PT KOKOH INTI AREBAMA

PT Kokoh Inti Arebama telah menggunakan system ERP pada  perusahaannya. Solusi sistem teknologi informasi pada perusahaan ini adalah Microsoft Business Solutions-Axapta. Sebagai vendor besarnya PT KIA bekerjasama dengan Microsoft. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan terbaik bagi konsumen lewat penyajian informasi secara real time.  Microsoft Axapta juga mendukung dalam penyediaan beberapa pilihan fungsi yang menyeluruh pada PT KIA. Termasuk di antaranya: Customer Relationship Management,  Financial Management, dan Human Resource Management.

PENERAPAN SISTEM CRM (Customer Relationship Management) :
Dalam CRM, hubungan yang terkait antara lain adalah tentang hubungan perusahaan dengan pelanggan/customer. Dalam hal ini, CRM berfungsi mengatur segala macam pelayanan penjualan dan proses pemasaran.

1. CRM Operasional
CRM Operasional dikenal sebagai “front office” perusahaan. Aplikasi CRM ini berperan dalam interaksi dengan pelanggan. CRM Operasional mencakup proses otomatisasi yang terintegrasi dari keseluruhan proses bisnis, seperti otomatisasi pemasaran, penjualan, dan pelayanan.
Salah satu penerapan CRM yang termasuk dalam kategori operasional CRM adalah dalam bentuk aplikasi web. Melalui web, suatu perusahaan dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan. Dan dalam hal ini PT KIA memeiliki sebuah akses web, kita dapat mengunjungi www.kiaceramics.com  yang berguna bagi para pelanggannya untuk memesan barang. Selain dengan situs web, PT KIA juga melayani via telepon, fax dan email dalam pemesanan barang.
 Beberapa contoh pelayanan lain yang diberikan oleh PT KIA melalui web, diantaranya :
- Menyediakan pencarian produk. Pelanggan sering kali mengalami kesulitan dalam mencari produk yang mereka inginkan, karena itu diperlukan fasilitas search.
- Menyediakan produk atau pelayanan gratis, sesuatu yang dapat menarik pelanggan untuk mengunjungi web adalah tersedianya produk atau pelayanan gratis
- Menyediakan pelayanan atau informasi tentang penggunaan produk
- Menyediakan pemesanan on line
- Menyediakan fasilitas informasi status pemesanan

2. CRM Analitik
CRM Analitik dikenal sebagai “back office” perusahaan. Aplikasi CRM ini berperan dalam memahami kebutuhan pelanggan. CRM Analitik berperan dalam melaksanakan analisis pelanggan dan pasar, seperti analisis trend pasar dan analisis perilaku pelanggan. Data yang digunakan pada CRM Analitik adalah data yang berasal dari CRM Operasional. Dalam hal ini, PT KIA dengan cermat dapat melihat peluang pasar yang ada. Ketika mereka memutuskan untuk menggunakan Microsoft Axapta, mereka melihat adanya jangkauan pasar lebih luas yang bisa mereka dapat. Pada dasarnya, PT KIA menjadi distributor dari keramik, cat, semen keramik dan saniter. Tapi disebutkan bahwa untuk kedepannya, PT KIA akan berusaha memperbanyak jenis produk yang akan mereka distribusikan. Ada kemungkinan tentang adanya produk – produk baru yang akan mereka distribusikan tergantung dengan trend pasar yang ada. Selain itu, mereka juga telah menyusun rencana untuk menggiring KIA ke lantai bursa. Untuk mewujudkan hal tersebut, PT KIA telah merencanakan pembenahan infrastruktur dalam perusahaan. Selain itu, mereka berencana untuk melakukan implementasi aplikasi bergerak seperti lewat PDA atau handheld lainnya dengan menggunakan aplikasi Sales Force Automation; pemanfaatan sistem Business Intelligence oleh manajemen untuk kebutuhan tren analisis dan pengambilan keputusan; penggunaan teknologi RFID di bagian warehouse untuk mempermudah administrasi di sistem; dan integrasi B2B dengan pihak prinsipal dan pelanggan dengan mengoptimalkan penggunaan jaringan Internet untuk pemesanan barang.

PENERAPAN SISTEM HRM (Human Resources Management) :
HRM (Human Resources Management) pada PT KIA sudah cukup baik. Dalam Perusahaan ini pengembangan SDM cukup terampiL. Dibuktikan dengan adanya penerapan system ERP baru dimana para karyawan tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam menggunakan system tersebut. Training yang dilakukan hanya 3 bulan, ini dikarenakan system ini user-friendly dan karyawan juga sudah memiliki kemampuan lebih dalam mengoperasikan komputer.
Lancarnya penerapan system baru pada PT KIA tersebut tentu tidak terlepas dari proses perekrutan karyawan yang dilakukan secara cermat dan hati – hati. Dalam perekrutan, PT KIA menetapkan standar yang cukup tinggi. Oleh karena itu, tentunya para karyawan PT KIA adalah orang – orang terpilih yang memiliki keterampilan dan kecakapan yang baik. Dengan kualitas yang baik tersebut, maka tentu saja PT KIA akan memiliki kesempatan lebih besar dalam mewujudkan ambisinya menjadi distributor bahan bangunan terbesar di Indonesia.

Penerapan Financial System :
Dalam hal financial perusahaan ini juga telah menerapkan system ERP, salah satu contohnya adalah dalam sisi laporan keuangan. Sebelumnya untuk membuat tagihan saja diperlukan waktu yang cukup lama. Hal itu disebakan karena adanya proses yang ribet, Proses pekerjaan di cabang (warehouse) memanfaatkan aplikasi tailor-made yang berjalan dalam versi DOS. Dalam proses ini, Bagian Konter Penjualan mengirimkan data purchase order (PO) dan delivery order (DO) ke warehouse melalui e-mail setiap hari. Warehouse juga akan mengirimkan data Surat Jalan ke Akunting Penjualan melalui e-mail setiap hari. Selanjutnya, Akunting Penjualan membuat tagihan. Bagian akunting cabang kemudian mengirimkan back-up transaksi cabang setiap akhir bulan ke kantor pusat untuk dilakukan closing dan konsolidasi bulanan. Singkat kata, prosesnya dulu itu cukup ribet dan membutuhkan waktu yang lama.
Sekarang, dalam proses DO, umur maksimum DO hanya satu hari. Dengan kata lain, untuk setiap DO yang sudah dibuat oleh staf penjualan, pengiriman barangnya harus segera dilakukan dan ditindaklanjuti oleh bagian pengiriman yang ada di warehouse. Setiap pengiriman yang telah dilakukan akan dicatat sebagai penjualan untuk kemudian ditagihkan ke pelanggan. Informasi tagihan ini akan secara otomatis muncul di Bagian Collection dan Keuangan untuk dapat dimonitor kapan jatuh tempo dan pembayarannya.
Secara keseluruhan, melalui implementasi sistem ERP itu diharapkan tercipta suatu sistem kontrol yang baik dari pusat ke cabang. Sebab, segala sesuatunya bisa dimonitor dari pusat secara online dan real time melalui layar komputer. Melalui pola tersentralisasi itu pula kantor pusat bisa memantau jenis barang yang dijual, kondisi stok barang hingga pemberian kredit ke pelanggan. Dari sisi laporan keuangan, juga lebih cepat.


DAFTAR PUSTAKA







Contoh Perusahaan yang Menerapkan Partial dan Pure e-commerce


Contoh Perusahaan yang Menerapkan Partial dan Pure e-commerce
E-commerce
Electronic commerce merupakan konsep dari pemasaran global yang di gambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada dunia online atau pertukaran informasi melalui jaringan informasi internet. e-Commerce tidak hanya sekedar proses menjual dan membeli tapi juga berarti melayani pelanggan, berkolaborasi dengan partner bisnis dan dalam lingkungan suatu organisasi. Ada dua jenis e- commerce, yaitu partial e-commerce dan pure e-commerce. Kita mengenal adanya pure e-commerce dan partial e-commerce. Suatu e-commerce dikategorikan pure atau partial  berdasarkan pada tingkat digitasi dari suatu produk yang diperdagangkan, proses, dan agen pengirimannya. Dibawah ini akan kami jelaskan mengenai pure dan partial e-commerce beserta dengan perusahaan contoh yang melaksanakan pure dan partial e-commerce tersebut.
·         Partial e commerce dicirikan dengan penggabungan antara aspek digital dan tradisional/fisik, penggunaan model bisnis click-and-mortar organization (penggabungan antara offline dan online), serta melakukan kegiatan-kegiatan bisnis utamanya di dunia nyata.
Contoh perusahaan partial e-commerce misalnya adalah PT KIA (PT Kokoh Inti Arebama). Perusahaan ini telah memiliki situs web yang khusus melayani transaksi secara online. Dalam situs web tersebut, mereka juga menyediakan informasi mengenai detail produk yang mereka jual. Detail ini termasuk harga dan spesifikasi produknya. Pada PT KIA, pengiriman barang dilakukan secara fisik dengan kendaraan tertentu. Oleh karena itu, perusahaan ini dikatakan sebagai perusahaan yang melakukan bisnis e-commerce partial. Kegiatan utama atau bisnis mereka lebih dominan dilakukan dalam dunia nyata. Selain itu, barang yang diperjualbelikan oleh PT KIA adalah barang yang berbentuk fisik, sehingga disebut partial e-commerce.

·         Pure e-commerce dicirikan dengan segala aspek dalam sistem e-commerce yang semuanya dilakukan secara digital. Selain itu, ciri lain dari pure e-commerce adalah organisasi penyelenggara benar-benar organisasi online, menggunakan model bisnis new-economy organization, dan menjual produk atau jasanya hanya secara online.
Contoh perusahaan pure e-commerce adalah perusahaan software antivirus Grisoft. Perusahaan ini menyediakan antivirus AVG yang dijual secara online. Dalam pembeliannya, proses dilakukan dengan cara mengunduh master antivirus AVG. Pembayaran dilakukan melalui rekening. Saat kita membeli dengan cara mengunduh, ikuti panduan di www.avg.com/id-id/support-existing  dan kita bisa menghubungi pihak perusahaan untuk meminta pengembalian pembayaran. Kemudian kita tunggu hingga tiga puluh (30) hari sampai uang pembelian dikembalikan ke rekening kita.

v Contoh Perusahaan yang Menerapkan Internet e commerce dan non Internet e commerce
Internet e commerce
Internet adalah suatu jaringan computer dimana antara yang satu dengan yang lain saling terhubung untuk keperluan komunikasi dan informasi. Internet dapat juga diartikan sebagai jaringan komputer di seluruh dunia yang berisikan informasi dan sebagai sarana komunikasi data berupa suara, gambar, video dan juga teks. Informasi ini dibuat pemilik jaringan komputer atau dibuat pemilik informasi yang menitipkan informasinya kepada penyedia layanan internet. Jadi konsep dari internet e commerce adalah suatu bentuk pemasaran global yang meliputi jual beli barang dan jasa serta informasi terkait produk yang diperjualbelikan tersebut melalui jaringan internet. Akan tetapi tidak hanya terbatas pada proses jual beli, internet e commerce juga berarti dalam proses melayani pelanggan dan berkolaborasi dengan partner bisnis.
Contoh perusahaan yang menerapkan internet e commerce dalam menjalankan roda bisnisnya adalah PT Kokoh Inti Arebama. Perusahaan distributor bahan-bahan bangunan ini mengaplikasikan web dalam melayani pelanggannya. Pelangggan dapat mengunjungi www.kiaceramics.com untuk memesan barang yang diinginkan. Dalam web ini tersedia fasilitas search apabila pelanggan mengalami kesulitan dalam mencari barang yang diinginkan. Selain itu pelanggan dapat langsung memesan produk yang diinginkan secara online. Informasi-informasi terkait produk yang di jual PT Kokoh Inti Arebama juga terdapat dalam web tersebut.
Non internet e commerce
Non internet atau Intranet adalah jaringan komputer-komputer yang saling tersambung yang digunakan suatu sistem organisasi. Bisa dibilang intranet merupakan “internet” khusus. Intranet berfungsi mengkomunikasikan komputer satu dengan yang lain, persis seperti internet tatapi layanannya terbatas, tidak seluas dan seberagam di internet. Intranet dapat menjadi fondasi untuk lingkungan enterprise dimana informasi dari beragam sumber atau media, termasuk teks, suara, video, dan bahkan slde digital  bisa ditampilkan dan diakses di lintas perusahaan melalui antarmuka umum yang sederhana. Jadi non internet e commerce adalah sistem perdagangan dimana para karyawan yang bekerja di suatu perusahaan dapat saling bekerja sama dalam memberikan informasi dalam melayani pelanggannya. Misalnya staf penjualan dapat menggunakan intranet sebagai portal informasi perusahaan untuk menyelesaikan proses penjualan hingga melihat artikel terbaru menenai pelanggan atau pesaing.
Contoh perusahaan yang menerapkan non internet e commerce adalah PT Telkom Divre V. PT Telkom menggunakan Web Site Portal Intranet yang beralamatkan di http://portal.divre.5.net. Ini merupakan media komunikasi yang hanya dapat diakses dalam internal PT. Telkom saja. Portal divre5net dapat dibuka dan baca oleh pegawai Telkom se-Indonesia yang memiliki NIK (Nomor Induk Pegawai). Web Site Portal Intranet merupakan suatu media komunikasi terinteraktif pertama yang berhasil dibangun oleh divisi SISFO (Sistem Informasi) dan didukung oleh divisi lain seperti divisi Public Relation, divisi Performansi, dan divisi sumber daya manusia di Divre V. Akhirnya dasar penggunaanya menarik minat dan diadopsi oleh divre-divre lainnya. Penggunaan Web Site Portal Intranet ini juga diharapkan dapat membantu para karyawan untuk melakukan interaksi dan komunikasi yang bersifat interaktif dengan semua karyawan. Dengan memanfaatkan teknologi baru bermedia computer ini, karyawan dapat berhubungan dengan siapa pun, dan dimanapun dalam organisasinya. Karyawan PT Telkom juga dengan mudah dapat menemukan informasi-informasi yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga pekerjaannya dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat.


v JENIS – JENIS BISNIS E COMMERCE
1.      Online Direct Marketing
Athalia Shop adalah salah satu contoh butik pakaian remaja yang penjualannya melalui internet. Cara pemesanannya ialah :
a.      Sms ke nomor yang telah disediakan dengan format yang telah ditentukan.
b.      Transfer via BNI.
c.       Pemesanan akan dikirim melalui TIKI apabila uang sudah ditransfer.
d.      Pastikan barang yang dipilih benar-benar sesuai karena barang yang telah dikirim tidak dapat ditukar.

2.      Electronic Tendering System
Contoh : Distro ‘Bloop’
Bloop adalah salah satu distro ternama di Bandung yang melakukan pemasarannya juga melalui media elektronik yaitu internet. Melalui situs ini, Bloop menerima pemesanan dan menawarkan berbagai macam pakaian remaja yang pastinya sedang digandrungi mulai dari merk-merk yang harganya biasa saja sampai dengan merk-merk yang berharga tinggi. Selain pakaian, Bloop juga menawarkan berbagai macam accecories, sandal, sepatu, dan tas yang pastinya selalu mengikuti perkembangan jaman.

3.      Name Your Own Price
Contoh : Bakrie Telecom (ESIA)
Bakrie Telecom adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi yang dimiliki oleh keluarga Bakrie. Salah satu produknya adalah ESIA. Berbagai macam strategi dilakukan oleh ESIA ini sehingga ESIA menjadi CDMA termurah.


4.      Find The Best Price
Contoh : Hargamurah.com
Di hargamurah.com, Anda akan mendapatkan kemudahan bertransaksi, harga yang murah dibandingkan dengan yang lain karena hargamurah.com melakukan perbandingan harga dengan yang lain, namun kualitas tetap terjamin, dan cepat sampai karena hargamurah.com menggunakan perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Indonesia. Anda dapat menggunakan Layanan Purna Jual yang terletak di website. Produk-produk yang ditawarkan di hargamurah.com meliputi audio system, TV display, alat-alat kesehatan dan kecantikan, office equipment, dan masih banyak lainnya.

5.      Affiliate Marketing
Contoh : Innovation Store
Innovation store adalah salah satu toko yang menjual berbagai macam alat kesehatan yang berpusat di Jakarta dan di dalam situsnya, Innovation Store memiliki beberapa cabang diantaranya di Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Palembang, dll. Hal ini memudahkan konsumen untuk melakukan pemesanan barang di cabang yang terdekat.

6.      Viral Marketing
Smadav 2010 Rev. 8 dirilis dengan berbagai fitur dan penyempurnaan baru yang dikhususkan untuk pemberantasan virus lokal. Fitur-fitur itu seperti Smad-Behavior yang bisa mengenali virus lokal baru yang belum ada di database Smadav dari tingkah lakunya ketika menginfeksi sistem. Smad-Ray yang bisa melakukan scan flashdisk secara otomatis setelah terpasang hanya dalam waktu maksimum 5 detik. Untuk mendownload Smadav, bisa dilakukan dengan cara mengklik www.SmadavAntivirus.com.

7.      Group Purchasing
Contoh : Pusat Grosir Pakaian Anak
Tamy adalah salah satu pemilik pusat grosir pakaian anak yang terletak di Bandung. Tamy tidak menerima pesanan dalam bentuk satuan, karena dia hanya menerima pesanan dalam bentuk grosir. Tamy akan memberikan diskon special kepada kutomer dengan pesanan banyak. Untuk pemesanan bisa langsung ke toko maupun ke website :

8.      Online Auctions
eBay adalah pasar terbesar di dunia maya, tempat dimana para pembeli datang dari seluruh dunia mencari berbagai macam jenis barang yang dijual disana mulai dari barang-barang antik sampai dengan berbagai jenis mobil, berbagai macam buku sampai dengan peralatan olahraga, dan banyak lagi lainnya. Tidak hanya pembeli, eBay pun membuka secara luas kesempatan kepada para pemilik barang dimanapun di seluruh dunia untuk menjual barangnya dengan cara yang mudah.

Secara umum cara kerja eBay adalah:
a.      Penjual mendaftarkan barang dagangannya di eBay.
b.      Penjual memilih sistem penawaran yang diinginkan apakah Auction (sistem lelang) atau "Buy it Now" (fixed price).
c.       Pada sistem lelang, harga dibuka sesuai harga awal yang ditetapkan penjual dan menetapkan jangka waktu pelelangan. Para peminat kemudian mengajukan harga penawaran dan pada saat waktu pelelangan habis maka penawar dengan harga tertinggi yang menjadi pemenangnya.
d.      Sedangkan pada sistem fixed price, pembeli pertama yang mengajukan penawaran yang akan mendapatkan barang dijual.
Untuk bisa mendaftarkan barang dagangan, sebelumnya Anda sudah harus memiliki account eBay (pendaftaran di eBay.com) dan disarankan juga memiliki account Paypal sebagai alat pembayaran di Internet.

9.      Product and Service Customization
Contoh : Bank Mandiri
Selain menyediakan  layanan melalui kantor-kantor, baik di pusat maupun cabang, Bank Mandiri juga menyediakan layanan melalui internet dalam waktu 1 x 24 jam. Layanan 24 Jam adalah saluran distribusi elektronik Bank Mandiri yang terdiri dari Mandiri ATM, Mandiri SMS, Mandiri internet dan Mandiri Call. Jadi, nasabah Mandiri bisa melakukan transaksi dan menikmati layanan Mandiri secara real time.

10.  Electronic Marketplaces and Exchanges
Contoh : Glodok Elektronik Jakarta
Glodok adalah sebuah pasar elektronik yang terletak di Jakarta yang melayani pemesanan dari seluruh Indonesia, baik secara langsung, telepon, email, maupun secara on line. Apabila Anda belanja melalui internet, Glodok akan menyediakan shopping cart untuk memudahkan Anda dalam memilih barang, dan shopping cart tersebut akan secara otomatis menampilkan total harga sesuai dengan barang yang Anda pesan.

11.  Value-chain service providers atau jasa provider menawarkan pelayanan special di proses supply chain seperti logistic penyedia atau jasa payment.

Contoh perusahaannya adalah perusahaan pengiriman barang FedEx yang telah mampu memanfaatkan menggunakan Value- chain service providers dengan menambahkan nilai bagi pelanggan (gratis) dan pada gilirannya telah meningkatkan loyalitas pelanggan di pasar yang sangat kompetitif. Dalam informasi ini semakin ekonomi berbasis manajer harus ekstrak nilai dari kedua rantai nilai fisik dan virtual untuk berhasil.

Dalam rantai nilai virtual (VVC), informasi telah menjadi elemen dinamis dalam pembentukan bisnis 'keunggulan kompetitif. Informasi yang dikumpulkan akan digunakan untuk menghasilkan konsep-konsep inovatif dan 'pengetahuan baru. Ini diterjemahkan menjadi nilai baru bagi konsumen. Pemeriksaan model VVC menginformasikan bisnis apa fungsi mereka dalam rantai tersebut, dan jika mereka saat ini tidak menawarkan layanan yang berbasis informasi (yaitu layanan Internet), bagaimana mereka dapat melakukan transisi ke model berbasis informasi.

Dalam rantai nilai virtual yang 'virtual' menunjukkan bahwa penambahan nilai dilakukan dengan langkah-langkah informasi .Transfer informasi antara semua peristiwa dan di antara semua anggota adalah komponen fundamental dalam menggunakan model ini. Dalam VVC penciptaan pengetahuan / nilai tambah didalamnya terdiri dari lima acara: gathering, organisasi, pemilihan, synthesization, dan penyebaran informasi. Penyelesaian kelima peristiwa, memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan pasar baru dan hubungan baru dalam pasar yang sudah ada. Proses penyulingan bisnis bahan mentah menjadi sesuatu yang bernilai dan urutan peristiwa yang terlibat adalah sama dengan usaha mengumpulkan informasi dan menambah nilai melalui siklus peristiwa. ( www.wikipedia.com )

12.  Supply-chain improvers adalah pengaturan kembali supply chain suatu perusahaan yang menjadi pusat jalannya suatu perusahaan atau pengaturan lainnya yang meningkatkan kerjasama, mengurangi keterlambatan, dan membuat jalannya supply chain menjadi lebih licin.
Contoh perusahaannya adalah wings food perusahaan ini mempunyai pengaturan persediaan di gudang sehingga tidak terjadi penumpukan persediaan di gudang ( www. Blogster.com ).

13.  Supply-chain improvers adalah pengaturan kembali supply chain suatu perusahaan yang menjadi pusat jalannya suatu perusahaan atau pengaturan lainnya yang meningkatkan kerjasama, mengurangi keterlambatan, dan membuat jalannya supply chain menjadi lebih licin.

Contoh perusahaannya adalah wings food perusahaan ini mempunyai pengaturan persediaan di gudang sehingga tidak terjadi penumpukan persediaan di gudang ( www. Blogster.com )

14.  Bartering Online adalah  sebagai saluran perantara untuk pertukaran saham atas produk yang surplus dan ataupemebrian point khusus untuk perusahaan yang memiliki kontribusi yang nantinya point tersebut dapat di pakai untuk membeli jenis barang apa saja yang dibutuhkan.

Contoh perusahaannya adalah perusahaan Ameritrade bisnis utamanya adalah memfasilitasi transaksi. Pembeli bisa mengamati berbagai tarif dan syarat pembelian, namun aktivitas (www. community.gunadarma.ac.id )

15.  Membership adalah yang diberikan agar siapa yang telah menjadi member akan dapat mengakses full content, termasuk kedalamnya untuk mengakses informasi yang di butuhkan, bahkan juga untuk melakukan trading.

Contoh perusahaannya adalah PT Persib Bandung Bermartabat meluncurkan "Persib Card" untuk mendukung langkah tim Maung Bandung itu pada Liga Super Indonesia 2009-2010 dalam suatu acara di Pendopo Walikota Bandung, Kamis (20/8) malam. "Persib Card" merupakan salah satu bentuk program yang ditawarkan oleh PT Persib Bandung Bermartabat kepada masyarakat umum atau "bobotoh" untuk berpartisipasi dan berperan aktif mengantarkan Persib Bandung berlaga di Liga Super Indonesia 2009-2010 dan Piala Indonesia 2009-2010. "Persib Card" diluncurkan kepada publik dengan empat jenis kartu yakni Platinum senilai Rp 10 juta per tahun, Gold Rp 5 juta, Silver Rp 1 juta dan Blue senilai Rp 100 ribu per tahun. "Persib Card menjadi modal untuk mendapatkan data statistik yang meliputi jumlah 'bobotoh' tercatat berdasar usia, jenis kelamin, profesi, domisili dan data lainnya yang berharga dan memperkuat posisi tawar Persib," kata Dirut PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) H Umuh Muhtar. Para pemilik kartu Persib itu akan mendapatkan beberapa manfaat sesuai dengan kategori kartu yang dimilikinya antara lain tiket VIP, kostum Persib, syal, asuransi kecelakaan dan diskon belanja di gerai berlogo EC.
Sementara itu PT Persib Maung Bermartabat melakukan ekspos pertama dengan memaparkan rencana bisnis Persib untuk beberapa tahun ke depan sekaligus menjaring sponsor untuk musim depan. (http://m.bola.net )

  1. Deep discounters adalah suatu perusahaan yang memberikan harga discount yang tinggi sehingga menjadi pertimbangan untuk para konsumen yang menyadari bahwa di perusahaan mereka itu sajalah yan memiliki harga discount yang sangat tinggi.
Contoh perusahaannya adalah Matahari department store melakukan discount besar-besaran pada waktu hari raya, hal itu dimaksudkan agar barang mereka dapat terjual dengan banyak hal ini di karenakan toko-toko yang lain juga melakukan hal yang sama yaitu melakukan discount pada barang yang akan mereka jual oleh sebab itu Matahari department store melakukan discount yang tinggi pada perusahaannya,
Selain itu pada waktu barang-barang tidak laku dijual biasanya Matahari department store juga melakukan discount agar bar-barangnya dapat terjual atau istilah lainnya adalah cuci gudang. ( www.blogster.com )

  1. Negotiations merupakan bentuk interaksi tawar menawar antara penjual dan pembeli. Negosiasi harga digunakan untuk produk khusus arau yang berharga tinggi. Harga negosiasi biasanya terjadi ketika pembeliam produk dalam jumlah besar.
Contoh perusahaannya adalah perusahaan retail carrefour perusahaan ini melakukan negosiasi dalam pembelian barang jumnlah besar agar mendapatkan harga yang optimal. ( www.wikipedia.com )

  1. Direct sale by manufactures adalah perusahaan yang menjual produknya tanpa melalui distributor.
contoh perusahaannya adalah BATA perusahaan ini menjual produknya dengan harga pabrik. ( www. Blogster.com )

  1. Social Networks Communities and blogging adalah perusahaaan yang membuat penyedia jasa jaringan social
contoh perusahaannya adalah blogspot perusahaan ini memberikan space gratis bagi para penggunanya dalam bentuk blog. ( www. Blogster.com )
20.  Value- chain intregrators adalah Perusahaan didirikan karena adanya suatu permintaan pelanggan dan pasar terhadap produk atau jasa tertentu. Dengan sumber daya yang ada, perusahaan akan berusaha untuk mengubah berbagai bahan mentah yang ada sebagai input untuk menjadi output berupa produk yang diinginkan pelanggan. Rangkaian proses atau aktivitas perubahan bahan mentah menjadi produk jadi ini oleh Michael Porter diistilahkan sebagai Value Chain (rantai nilai). Karena bahan mentah yang dibutuhkan oleh perusahaan pada dasarnya merupakan output atau produk dari rangkaian rantai nilai perusahaan lain sebagai pemasoknya, maka pengintegrasian kedua rantai nilai ini akan semakin meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses penciptaan produk secara keseluruhan. Dengan mengintegrasikan rantai nilai perusahaan dengan berbagai rantai nilai mitra bisnisnya melalui internet, maka berbagai manfaat dapat secara langsung dirasakan oleh manajemen, misalnya:
  • Perusahaan tidak perlu harus menimbun sedemikian banyak bahan mentah di gudangnya karena tahu persis jumlah stok dan durasi pengiriman dari para pemasoknya;
  • Perusahaan dapat menciptakan produk secara lebih murah, cepat, dan berkualitas baik karena telah terjalinnya jaringan proses antara pemasok dan perusahaan;
  • Perusahaan dapat meningkatkan profitnya secara signifikan karena dengan kemampuan menyatukan rantai nilai dari seluruh perusahaan yang terlibat dalam sistem penciptaan produk, perusahaan dapat berkonsentrasi pada kompetensi utamanya (core competencies) dan“membuang” proses-proses pendukung lainnya ke pihak lain (outsourcing management);
  • dan lain sebagainya.
Pada tahapan evolusi kedua ini, value e-business yang didapatkan perusahaan melalui pengintegrasian via internet ini akan semakin meningkat. Jika pada tahapan pertama sebelumnya pelanggan mendapatkan value yang cukup berarti, maka pada tahap kedua ini selain manajemen, para pemilik perusahaan (shareholders) juga dapat secara langsung merasakan manfaatnya karena meningkatnya tingkat profitabilitas dihasilkan perusahaan.
contoh perusahaannya adalah indofood dan bogasari karena perusahaan bogasari sebagai penyuplai bahan mentah bagi indofood sehingga indofood mendapatkan yang lebih rendah dari harga pasar. ( www. Blogster.com )



DAFTAR PUSTAKA

http://csui05.net/?cat=2534                                

ACFTA dan Pemberlakuannya di Indonesia


Indonesia. Sebuah negara besar dengan jumlah penduduk jutaan yang tiap tahun semakin meningkat. Jumlah penduduk yang kian meningkat ini bukan hanya mendatangkan dampak negatif, tapi juga dampak positif yang bisa kita manfaatkan. Beberapa masalah yang timbul karena adanya ledakan penduduk di Indonesia antara lain adalah kemiskinan, pengangguran dan kelaparan. Masalah – masalah tersebut telah ada sejak era yang lalu, dan hingga sekarang belum teratasi kendati pemerintah telah berusaha mengatasi masalah – masalah tersebut. Banyak usaha yang dilakukan pemerintah guna meminimalisir (setidaknya minimalisasi adalah yang masih bisa dilakukan jika untuk mengatasinya masih belum bisa) masalah – masalah terkait ledakan penduduk tersebut. Beberapa hal yang telah diupayakan pemerintah selama ini di antaranya adalah usaha untuk memperluas lapangan kerja, adanya bantuan sembako bagi penduduk yang tidak mampu dan kegiatan – kegiatan lain yang bersifat pembekalan keterampilan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat. Namun meskipun pemerintah telah berusaha melakukan upaya – upaya tersebut, masih belum bisa dicapai hasil yang maksimal karena adanya berbagai kendala. Selain dampak negatif karena ledakan penduduk tersebut, ada pula dampak positif yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut. Dampak positif yang ada tersebut berupa tingkat konsumtifitas dan sumber daya manusia (SDM) yang tentu saja meningkat pula. Dari segi konsumtifitas, manfaat yang didapat adalah naiknya penjualan barang – barang karena kebutuhan yang semakin meningkat. Dengan jumlah masyarakat Indonesia yang begitu banyak ini, tentu saja negara – negara lain terpikir untuk menjual produknya di Indonesia mengingat tingginya angka konsumsi Indonesia. Namun melakukan kegiatan perdagangan dan pemasaran produk ke negara lain tentunya bukan perkara mudah. Ada cara – cara yang harus dijalankan sesuai prosedur  yang berlaku. Namun masalah perdagangan antar negara sekarang sudah mulai teratasi dengan munculnya era globaliasasi. Globalisasi sekarang ini menjadi salah satu alasan kuat yang menciptakan perlunya kerjasama antar negara di dunia. Dengan mengandalkan jargon globalisasi dan kerjasama antar negara, maka batas negara tidak lagi menjadi sesuatu yang menghalangi negara – negara yang ada di dunia. Salah satu dampak globalisasi yang terkjadi di Indonesia terkait dengan perdagangan antar negara adalah adanya kebijakan ACFTA (Asean – China Free Trade Area). Kebijikan ini diharapkan mampu untuk meningkatkan penjualan Indonesia, karena dengan adanya kebijakan ini, maka Indonesia berhak untuk memasarkan produknya di China, begitu pula sebaliknya. Namun benarkah kebijakan tersebut telah berhasil memajukan perekonomian masyarakat Indonesia ? Terkait dengan hal tersebut, dalam esai ini kami akan mencoba memaparkan tentang Akuntansi Sektor Publik di Indonesia dengan memfokuskan permasalahan pada kebijakan ACFTA.
         Seperti telah kita ketahui secara umum, bahwa kebijakan ini yang semula dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan hidup yang lebih baik, ternyata malah menjadi bumerang yang membuat kegiatan ekonomi masyarakat semakin tersendat. Dalam esai ini kami akan membahas tentang kebijakan tersebut beserta segala dampaknya bagi masyarakat dan industri di Indonesia. ACFTA atau Asean – China Free Trade Area adalah regionalisasi perdagangan bebas antara negara China dan ASEAN (Kurniawan, 2010). Gagasan untuk melakukan kerjasama perdagangan bebas ini dikarenakan adanya pandangan bahwa keseimbangan kekuatan ekonomi saat ini akan berpusat pada Kerajaan Timur Tengah. Agar negara Asia tidak tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi, maka gagasan ini dirasa paling tepat untuk mengintegrasikan perekonomian antara ASEAN dan China. ACFTA ini sendiri mulai diberlakukan di Indonesia pada awal Januari 2010. Dengan pemberlakuan ini, maka dimulailah persaingan ketat antara produk luar negeri dan produk dalam negeri. Persaingan tersebut tidak hanya dari segi harga, namun juga mutu dan kuantitas.  Seperti yang kita ketahui selama ini, barang – barang yang diproduksi China adalah barang – barang dengan kualitas cukup bagus dengan harga yang juga relatif murah. Dengan masuknya barang – barang dari China secara bebas ke Indonesia, maka para produsen Indonesia akan mengalami masalah yang cukup serius dalam persaingan penjualan produk.
         Terkait dengan bebasnya pemasaran produk China di Indonesia, pemerintah bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Indonesia (Apindo) membentuk tim bersama ASEAN – China Free Trade Agreement  (Anggraeni, 2010). Tim ini difungsikan untuk menampung keluhan sehubungan dengan hambatan yang dirasakan pengusaha menghadapi pelaksanaan ACFTA yang dimulai pada awal Januari 2010. Tim itu sendiri dipimpin oleh Menko Perekonomian, Deputi Menko (Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan) Edi Putra. Pembentukan tim tersebut nantinya dimaksudkan untuk menampung semua keluhan para pengusaha terkait dengan kesulitannya setelah diberlakukannya ACFTA, untuk kemudian dipantau, dibandingkan dengan kompetitor dan dicari jalan keluar untuk masalah yang dihadapi tersebut. Dengan adanya tim tersebut diharapkan proden Indonesia akan memili daya saing untuk tetap bertahan di ranah perdagangan bebas antar negara ini. Namun ternyata pembentukan tim ini tidak banyak memberikan manfaat positif bagi para pengusaha sehubungan dengan diberlakukannya ACFTA.
            Pada akhir Maret 2011 lalu, Menteri Perindustrian Mohammad Sulaiman Hidayat memaparkan bahwa telah ada sembilan sektor industri yang terkena dampak dari pemberlakuan ACFTA. Dampak itu sendiri berupa adanya penurunan produksi, penjualan, keuntungan, hingga pengurangan tenaga kerja. Sedangkan seperti disebutkan pada Republika Online, sembilan sektor industri yang terkena dampak ACFTA diantaranya adalah :
1.Industri tekstil dan produk tekstil (TPT)
2.Industri alas kaki (sepatu)
3.Industri elektronik
4.Industri mebel kayu dan rotan
5.Industri mainan anak
6.Industri permesinan
7.Industri besi dan baja
8.Industri makanan dan minuman, serta
9.Industri jamu dan kosmetik
            Selain adanya penuruan, dijelaskan pula bahwa banyak industri yang bangkrut atau gulung tikar. Karena banyaknya industri yang bangkut tersebut, maka masalah baru yang muncul adalah naiknya tingkat pengangguran. Selain pengangguran, masalah lain yang disebabkan karena pemberlakuan ACFTA adalah peningkatan impor bahan baku (LIMBUNGNYA INDUSTRI NASIONAL, 2011).
            Adanya lebih banyak dampak negatif daripada positif dari pemberlakuan ACFTA ini telah membuat pemerintah berpikir ulang dan melakukan negosiasi ulang. Negosiasi ulang ini sendiri dilakukan karena adanya indikasi persaingan yang tidak adil berdasarkan survei Kementerian Perindustrian. Dari hasil survei yang dilakukan tersebut, perdagangan bebas antara China – Indonesia berjalan timpang karena produk China banyak membanjiri pasar Indonesia, terutama dalam segmen menengah ke bawah. Terkait dengan permasalahan tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa pemerintah ingin menjaga tiga kondisi dalam pelaksanaan ACFTA. Tiga kondisi tersebut antara lain :
1)      Yang pertama menurut Hatta, adalah mempertahankan agar defisit perdagangan antara Indonesia dan China tidak semakin melebar. Dalam hal ini, Indonesia menagih komitmen China agar neraca perdagangan tetap seimbang.
2)      Yang kedua, jika terjadi pukulan pada industri Indonesia, pemerintah dapat memaksa China untuk membahasnya. Pemerintah menuntut dilakukannya pembahasan ini agar industri yang ada di Indonesia tidak terpukul hingga lumpuh.
3)      Yang ketiga, Indonesia tetap menghormati ASEAN, tetapi dengan semangat untuk menjaga neraca perdagangan.
         Selain tiga upaya di atas, upaya lain yang harus segera dilakukan adalah meningkatkan daya saing para pengusaha dan produsen dalam negeri, sehingga tidak harus terpukul telak dengan adanya pemberlakuan ACFTA ini  (Budiarti, 2011).
         Seperti telah disebutkan di atas, daya saing dari produsen dan pengusaha dalam negeri juga menjadi salah satu pengahambat pemberlakuan ACFTA, dimana pada akhirnya Indonesia sebagai pelakunya tidak dapat mengambil manfaat yang maksimal dari pemberlakuan ACFTA itu sendiri. Barang dari China yang relatif lebih murah akan mengalahkan produk dalam negeri yang harganya lebih mahal. Namun apakah ini salah para produsen ? Tidak sepenuhnya. ACFTA menuntut para produsen Indonesia untuk menghasilan produk yang efisien dan murah. Namun ada kendala tersendiri untuk menghasilkan produk yang  murah tersebut, dan kendala tersebut sebenarnya berasal dari dalam negeri. Kendala tersebut adalah mahalnya biaya – biaya di Indonesia. Tingginya biaya produksi di Indonesia menyebabkan keniscayaan dalam menghasilkan produk yang murah tapi bermutu. Secara logika, bagaimana bisa para produsen menghasilkan produk dengan harga yang murah, jika biaya untuk produksinya saja tinggi ? Biaya produksi tidak hanya terpusat pada bahan baku, namun ada juga hal – hal lain yang merupakan pendukung berjalannya proses produksi. Pendukung tersebut antara lain adalah sumber daya, prosedur perdagangan dan jalur perhubungan.
         Dari segi sumber daya, disini bisa dikaitkan dengan listrik dan air misalnya. Dua elemen tersebut sepertinya adalah dua elemen yang cukup penting terkait dunia perindustrian. Di Indonesia ini, siapa yang tidak tahu bahwa PLN sering melakukan pemadaman bergilir. Mungkin untuk orang – orang yang kegiatannya hanya berkisar dalam taraf rumah tangga, pemadaman bergilir semacam ini hanya akan membuat gerutuan dan permasalahan pada urusan rumah tangga. Seperti tidak bisa mencuci pakaian dan menyeterika. Namun lain halnya jika pemadaman ini dihadapi oleh industri. Bayangkan berapa kerugian yang akan diderita industri kecil ketika pemadaman terjadi lima jam saja. Lima jam yang harusnya dapat digunakan untuk melakukan proses produksi akhirnya hanya terbuang sia – sia karena pemadaman listrik. Tersendatnya pasokan air juga mungkin akan berpengaruh pada sektor – sektor industri yang menggunakan air dalam  proses produksinya. Terkadang pula pasokan air yang diterima tidak dalam kualitas yang baik.
         Dari segi prosedur perdagangan, industri akan dihambat oleh rumitnya prosedur perdagangan dan proses industri. Prosedur yang rumit tersebut akhirnya juga bisa memunculkan biaya – biaya tambahan yang diperlukan untuk memperlancar prosedur yang ada. Dengan adanya biaya tambahan terkait prosedur perdagangan atau proses produksi tersebut, tentu saja akan meningkatkan harga barang yang diproduksi untuk menutup biaya yang telah dikeluarkan industri terkait dengan produksi dan perdagangan barangnya.
         Dari segi jalur perhubungan, Indonesia menghadapi masalah yang serius terkait penyediaan jalur perhubungan bagi masyarakat. Keadaan jalan yang kadang tidak layak pakai, akan menghambat para produsen dan pengusaha dalam memasarkan produk. Dari aspek kerusakan jalan misalnya, akan menambah biaya transportasi produsen dalam memasarkan produknya. Kegiatan di pelabuhan yang kurang efektif juga akan menambah biaya yang harus dikeluarkan oleh produsen. Seperti yang dapat kita saksikan pada tanyangan berita baru – baru ini, bahwa di sebuah pelabuhan terjadi penumpukan truk yang akan memuat barang ke kapal. Proses pengiriman barang melalui jalur laut yang sudah diperkirakan waktu dan biayanya, bisa keluar dari perkiraan karena sulitnya pengiriman dari pelabuhan. Selain itu, kemacetan juga menjadi salah satu masalah yang belum bisa diatasi. Macetnya lalu lintas akan menyebabkan terhambatnya proses distribusi barang. Dan terhambatnya proses distribusi barang tentunya juga akan berakibat pada naiknya harga barang yang bersangkutan.
         Dari aspek – aspek penghambat tersebut, dapat kita simpulkan bahwa salah satu penghambat produsen untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki harga terjangkau adalah kurangnya pertisipasi pemerintah dalam memaksimalkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan daya saing produsen Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih memikirkan dan memfasilitasi para produsen dan pengusaha di Indonesia untuk dapat bersaing secara sehat dalam kancah perdagangan bebas dunia, terutama saat ini bersaingan dalam menghadapi pemberlakuan ACFTA.
         Terlepas dari baik buruknya ACFTA, disini banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari pemberlakuan ACFTA. Dengan pemberlakuan ACFTA ini, kita dapat mengukur dan membandingkan kemampuan bersaing kita dengan negara lain, dalam hal ini adalah China yang telah terkenal sebagai negara penghasil barang yang cukup berkualitas dan memiliki harga terjangkau. Beberapa hal penting yang harus digaris bawahi jika melihat pemberlakuan ACFTA di Indonesia adalah :
1)      Pemerintah harusnya lebih kritis sebelum mengambil keputusan terkait ACFTA. Pemerintah sepertinya terlalu tergesa – gesa dalam mengambil keputusan, tanpa melihat kondisi pasar Indonesia yang pada kenyataannya belum siap bersaing dengan pasar internasional.
2)      Karena keputusan terkait pasar internasional terlanjur diambil, maka langkah yang paling tepat dilakukan oleh pemerintah adalah memperbaiki tatanan industri dan meningkatkan daya saing (dari segi mutu dan harga) para produsen dan pengusaha di Indonesia.
3)      Pemerintah juga harus tegas dalam mengatur dan mengendalikan masuknya barang – barang dari China. Karena dengan masuknya barang dari China dalam jumlah yang sangat besar, dengan harga yang bahkan kadang lebih murah daripada barang – barang dalam negeri, itu akan menyulitkan para produsen lokal dalam memasarkan produknya. Para pembeli cenderung akan membeli yang lebih murah.
4)      Pemerintah harus memaksimalkan fungsi tim yang dibentuk sebagai tim “pembimbing” para produsen dan pengusaha dalam menghadapi ACFTA.
5)      Pemerintah hendaknya menghilangkan kesenjangan dengan para produsen dan pengusaha serta memfasilitasi secara penuh pemberlakuan ACFTA.

Bibliography


Anggraeni, L. D. (2010, 1 26). Dampak ACFTA Terhadap Perekonomian Indonesia. Retrieved 5 19, 2011, from http://www.scribd.com: http://www.scribd.com/doc/25830743/dampak-ACFTA-terhadap-perekonomian-Indonesia
Budiarti, I. (2011, 4 12). Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China atau ACFTA. Retrieved 5 19, 2011, from wordpress.com: http://beritaburuhindonesia.wordpress.com/2011/04/12/perjanjian-perdagangan-bebas-asean-china-atau-acfta/
Kurniawan, H. (2010). Persaingan Antar Produk setelah Berlakunya Asean China Free Trade Area (ACFTA) di Indonesia. Retrieved 5 19, 2011, from www.docstoc.com: http://www.docstoc.com/docs/24353229/MAKALAH-Seminar-Manajemen
LIMBUNGNYA INDUSTRI NASIONAL. (2011, 4 25). Retrieved 5 19, 2011, from http://republika.co.id: http://republika.co.id:8080/koran/136/133805/LIMBUNGNYA_INDUSTRI_NASIONAL